Keterbatasan air pada musim kemarau menjadi tantangan yang terus dihadapi petani di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah petani mulai menerapkan irigasi tetes untuk mempertahankan kegiatan pertanian sayur dan palawija sekaligus menggunakan air secara lebih terarah.

Sistem yang digunakan relatif sederhana. Air ditampung dalam tandon dan kemudian dialirkan melalui pipa utama serta selang kecil yang dipasang mengikuti barisan tanaman. Air menetes perlahan menuju area akar sehingga kelembapan tanah dapat tetap terjaga tanpa harus mengairi seluruh permukaan lahan. Pendekatan ini menjadi salah satu alternatif bagi petani yang menghadapi musim kering dan keterbatasan sumber air.

Praktik tersebut berkembang dari proses belajar petani. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan pertanian lahan kering kemudian diperkaya dengan berbagai informasi dari media sosial dan disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat mencari cara yang lebih adaptif dalam mengelola pertanian. Namun, cerita dari Ketangga tidak berhenti pada penerapan teknologi pertanian. Jurnalis warga perempuan bersama kreator konten Media Speaker Kampung ikut mendokumentasikan pengalaman para petani dan membawa praktik tersebut ke ruang publik melalui media sosial dan media alternatif. Dengan cara ini, perempuan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut memproduksi dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai pertanian, penggunaan air, dan ekonomi hijau.

Praktik irigasi tetes dan keterlibatan jurnalis warga perempuan kemudian mendapat perhatian sejumlah media, antara lain Tribun Lombok, Suara NTB, dan Radar Selaparang. Pemberitaan tersebut membantu memperluas cerita tentang bagaimana petani dan warga di tingkat lokal mencoba menjawab persoalan kekeringan melalui praktik yang dapat diterapkan langsung di lapangan.

Kerja ini merupakan bagian dari Gerakan Jurnalisme Warga Perempuan dalam Kampanye Ekonomi Hijau pada Pertanian Irigasi Tetes yang dikembangkan Yayasan Speaker Kampung melalui dukungan Hibah Inovasi Hijau Lokadana.

Sumber:

Tribun Lombok – Melihat Penerapan Irigasi Tetes Petani Sayur dan Palawija di Lombok Timur
Penulis: Rozi Anwar · Editor: Wahyu Widiyantoro

Tribun Lombok – Video Liputan Irigasi Tetes 
Laporan: Rozi Anwar · Editor: Wahyu Widiyantoro · Editor Video: Septian Ade Samanta Les

Suara NTB – Irigasi Tetes, Harapan Baru Petani Ketangga Lombok Timur di Musim Kemarau
Byline: SUARANTB.com · Editor: tidak dicantumkan.

Radar Selaparang – Lawan Kekeringan, Perempuan Jurnalis Warga Ajak Petani Pakai Irigasi Tetes
Penulis/Editor: belum dapat diverifikasi dari halaman publik.

Lombokini – Jurnalis Warga dan Konten Kreator Kampanyekan Irigasi Tetes untuk Lahan Kering Penulis: Najamudin Anaji.

Inside Lombok – Petani Suela Terapkan Irigasi Tetes untuk Jaga Produktivitas Lahan Kering Penulis: M. Deni Zarwandi.

LOMBOKita – Jurnalis Kampung Bersama Konten Kreator Kampanyekan Konsep Irigasi Tetes di Lahan Kering di Lombok Timur
Penulis: Dimyati.

Lombok Post – Petani Suela Lombok Timur Terapkan Irigasi Tetes untuk Mengelola Lahan Kering
Penulis: Supardi.

The Times News – Jurnalis Warga Wanita Praktik Liputan Irigasi Tetes di Ketangga
Penulis: Fiyantino.

Facebook – publikasi kampanye terkait irigasi tetes 

 

Pot Hibah Darurat Lokadana

Dukung OMS dan Komunitas dalam menghadapi krisis mendesak agar layanan penting tetap berjalan.

Informasi Rekening

  • Nama Bank: Mandiri
  • Nomor Rekening: 1660039992888
  • Atas Nama: Yayasan Jejaring Lokadaya Nusantara

 

Setiap kontribusi berarti menjaga komunitas tetap bertahan di tengah situasi darurat.