Air yang digunakan setiap hari dan sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari merupakan dua persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, isu lingkungan semacam ini tidak selalu mudah dibicarakan dengan cara yang dekat dengan generasi muda. Melalui “Suara Hijau dari Timur”, Yayasan Tumbuh Bumi Lestari (YTBL) memilih film dan video sebagai medium untuk membawa persoalan lingkungan Sumba ke ruang percakapan yang lebih luas.
Pendekatan tersebut menempatkan cerita visual sebagai bagian dari pendidikan lingkungan. Isu tidak hanya disampaikan melalui angka atau pesan kampanye, tetapi diterjemahkan menjadi cerita mengenai kehidupan masyarakat, lingkungan tempat mereka tinggal, serta pilihan-pilihan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
YTBL sendiri menempatkan anak dan orang muda sebagai salah satu kelompok penting dalam kerjanya. Melalui pembelajaran, inovasi hijau, dan aksi kolektif, organisasi ini mendorong generasi muda dan komunitas untuk membangun cara hidup yang lebih selaras dengan lingkungan. “Suara Hijau dari Timur” menjadi salah satu bentuk dari pendekatan tersebut.
Dalam rangkaian kampanye ini, persoalan air dan sampah plastik menjadi bagian dari cerita yang diangkat. Film tidak berhenti sebagai karya untuk ditonton, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengajak publik melihat hubungan antara lingkungan, perilaku sehari-hari, dan masa depan masyarakat Sumba.
“Suara Hijau dari Timur: Kampanye Video untuk Kesadaran Lingkungan Masyarakat Sumba” merupakan inisiatif YTBL yang memperoleh dukungan melalui Hibah Inovasi Hijau Lokadana. Di KINARYA, cerita ini menjadi contoh bagaimana karya kreatif anak muda dapat menjadi medium untuk menyuarakan persoalan lingkungan dari wilayahnya sendiri.