Air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Ketersediaannya berhubungan dengan kesehatan, pangan, pendidikan, hingga keberlanjutan kehidupan sebuah komunitas. Melalui film pendek dalam rangkaian “Suara Hijau dari Timur”, Yayasan Tumbuh Bumi Lestari (YTBL) membawa cerita mengenai pentingnya menjaga sumber air dari Desa Dikira, Sumba.
Film bertajuk “Air: Sumber Kehidupan” menempatkan persoalan air bukan semata-mata sebagai kebutuhan konsumsi sehari-hari. Keberadaan air juga berhubungan erat dengan kondisi lingkungan yang menjaganya, mulai dari hutan, mata air, hingga kesadaran masyarakat untuk merawat sumber-sumber kehidupan yang tersedia di sekitarnya.
Melalui pendekatan film pendek, pesan tersebut disampaikan dengan membawa pengalaman dan konteks masyarakat lokal ke dalam cerita. Ini memungkinkan isu mengenai konservasi air hadir dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dibandingkan jika hanya disampaikan sebagai pesan kampanye umum.
Film juga membuka ruang refleksi mengenai tanggung jawab lintas generasi. Air yang tersedia dan dijaga hari ini akan menentukan bagaimana masyarakat di masa mendatang dapat terus memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kehidupannya. Karena itu, perlindungan terhadap sumber air juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan komunitas.
“Air: Sumber Kehidupan” menjadi bagian dari proyek Suara Hijau dari Timur: Kampanye Video untuk Kesadaran Lingkungan Masyarakat Sumba, yang dikembangkan YTBL dengan dukungan Hibah Inovasi Hijau Lokadana. Melalui karya tersebut, cerita lokal dari Sumba mendapatkan medium baru untuk menjangkau dan mengajak publik melihat persoalan lingkungan secara lebih dekat.