LOMBOK TIMUR — Di tengah keterbatasan air pada musim kemarau, sejumlah petani di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, menerapkan irigasi tetes sebagai alternatif untuk menjaga kebun sayur dan palawija tetap produktif.
Suara NTB pada 7 Mei 2026 memberitakan bahwa sistem tersebut mengalirkan air secara perlahan langsung ke zona akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang. Teknik ini membantu mengurangi air yang terbuang akibat penguapan maupun limpasan dan menjadi pilihan bagi petani yang tidak memiliki akses irigasi teknis.
Praktik di lahan warga kemudian digunakan sebagai ruang kampanye oleh Jurnalis Warga Perempuan dan konten kreator. Ketua Media Komunitas Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi, menjelaskan bahwa informasi mengenai irigasi tetes disebarluaskan melalui media sosial dan media alternatif sebagai bagian dari edukasi ekonomi hijau.
Kegiatan ini berkaitan dengan inisiatif Yayasan Speaker Kampung “Gerakan Jurnalisme Warga Perempuan dalam Kampanye Ekonomi Hijau pada Pertanian Irigasi Tetes” yang memperoleh dukungan melalui Hibah Inovasi Hijau Lokadana.
Sumber : Berita