Jejak Perubahan

Komite Hibah Siap Masuk Tahap Penilaian Hibah Mikro LOKADANA Siklus I

Dalam rangka memastikan proses seleksi Hibah Mikro LOKADANA Siklus I berjalan lebih terarah dan akuntabel, komite hibah kembali menggelar koordinasi lanjutan untuk memfinalkan mekanisme penilaian proposal. Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat struktur kerja komite, meninjau hasil verifikasi administrasi, serta menyamakan perspektif mengenai transisi hijau sebagai kerangka utama panggilan hibah.

Hingga penutupan panggilan, LOKADANA menerima 202 proposal dari 200 organisasi di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 184 proposal berada pada kategori penguatan kapasitas dan 54 proposal pada kategori inovasi hijau. Tingginya antusiasme ini menunjukkan besarnya harapan komunitas dan organisasi masyarakat sipil terhadap LOKADANA sebagai mekanisme dukungan yang lebih dekat dengan kebutuhan di tingkat tapak.

Besarnya jumlah proposal juga mendorong penguatan komposisi komite hibah. Jika sebelumnya tim inti terdiri dari tujuh orang, pada koordinasi kedua jumlah anggota diperluas menjadi delapan belas orang agar proses penilaian tetap dapat dilakukan secara kolektif. Komite menegaskan bahwa satu proposal tidak seharusnya dibaca oleh satu orang saja, melainkan oleh tim kecil agar pembacaan lebih objektif, cermat, dan bertanggung jawab.

Dalam pertemuan ini, komite juga mengambil keputusan penting terkait hasil verifikasi administrasi. Dari seluruh proposal yang masuk, sebanyak 137 proposal dinyatakan lengkap dan dapat dilanjutkan ke tahap penilaian. Sementara itu, 65 proposal lainnya disepakati tidak masuk ke tahap berikutnya karena tidak melengkapi dokumen dan tidak merespons tindak lanjut dari sekretariat. Keputusan ini diambil untuk menjaga keadilan bagi para pengusul yang telah memenuhi persyaratan sejak awal.

Untuk tahap penilaian, komite membagi kerja ke dalam enam kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Komposisi kelompok dibuat lintas wilayah agar pembacaan proposal berlangsung lebih berimbang, sekaligus tetap memberi perhatian pada keterwakilan zona dalam hasil akhir. Dengan skema ini, setiap kelompok diperkirakan akan menilai sekitar 22 hingga 23 proposal.

Salah satu pembahasan utama dalam koordinasi ini adalah penegasan transisi hijau sebagai payung besar seleksi hibah. Dalam diskusi, komite menegaskan bahwa proposal penguatan kapasitas tetap perlu menunjukkan keterkaitannya dengan tema transisi hijau, sejalan dengan tujuan panggilan hibah dan panduan penilaian yang telah disusun. Sikap ini menjadi pijakan penting agar proses seleksi tetap konsisten dengan mandat program.

Selain itu, komite juga menekankan pentingnya catatan evaluator dalam setiap penilaian. Masukan tersebut nantinya tidak hanya menjadi dasar pengambilan keputusan, tetapi juga akan dikirimkan kembali kepada para pengusul sebagai bahan pembelajaran, baik bagi yang didanai maupun yang belum lolos. Dengan demikian, seleksi hibah LOKADANA diharapkan tidak hanya menghasilkan daftar penerima dukungan, tetapi juga memperkuat kapasitas para pengusul untuk proses berikutnya.

Melalui koordinasi kedua ini, LOKADANA menegaskan komitmennya untuk menjalankan hibah partisipatif secara kolektif, adil, dan berintegritas. Setelah menerima ratusan proposal dari berbagai daerah, komite hibah kini memasuki tahap penilaian dengan struktur yang lebih siap, mekanisme yang lebih rapi, dan arah seleksi yang lebih tegas menuju transisi hijau yang inklusif dan berkeadilan.

Pot Hibah Darurat Lokadana

Dukung OMS dan Komunitas dalam menghadapi krisis mendesak agar layanan penting tetap berjalan.

Informasi Rekening

  • Nama Bank: Mandiri
  • Nomor Rekening: 1660039992888
  • Atas Nama: Yayasan Jejaring Lokadaya Nusantara

 

Setiap kontribusi berarti menjaga komunitas tetap bertahan di tengah situasi darurat.