Jakarta, November 2024 – Jejaring Lokadaya kembali mengadakan pertemuan daring kedua untuk membahas kelanjutan pembentukan dan mekanisme kerja Komite Hibah Lokadana. Pertemuan ini dihadiri oleh puluhan organisasi anggota, dan menjadi forum penting untuk menyepakati tema, cakupan isu, dan kriteria penerima hibah menjelang peluncuran siklus pertama hibah mikro Lokadana.
Diskusi berlangsung dinamis, diawali dengan usulan agar isu kebencanaan, demokrasi, dan lingkungan mendapat perhatian khusus. Peserta menekankan bahwa Lokadana perlu menempatkan kata kunci “transisi hijau yang adil dan inklusif” sebagai kerangka besar hibah. Dari sana, tema hibah akan diturunkan ke isu-isu yang lebih spesifik, seperti mobilisasi sumber daya domestik, ketahanan organisasi, inisiatif bisnis inklusif, solusi lokal untuk transisi hijau, serta keberdayaan komunitas.
Selain membahas tema, pertemuan juga menegaskan definisi penguatan kapasitas sebagai fokus utama hibah. Hal ini mencakup tiga bentuk dukungan:
- Pelatihan, workshop, dan pendampingan teknis;
- Pengadaan peralatan pendukung skala komunitas;
- Asistensi untuk perencanaan atau desain program.
Kriteria calon penerima hibah kembali ditegaskan, yakni organisasi masyarakat sipil lokal, komunitas anak muda, serta kelompok yang belum berbadan hukum namun dapat menunjuk sponsor fiskal. Diskusi juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa kriteria anak muda benar-benar ditujukan bagi inisiatif yang lahir dari kelompok muda, bukan sekadar organisasi pendamping.
Durasi implementasi hibah ditetapkan maksimal 3–6 bulan, sehingga kegiatan perlu fokus, realistis, dan berorientasi pada hasil yang berdampak. Beberapa contoh ide yang muncul antara lain penggunaan teknologi ramah lingkungan di tingkat komunitas, seperti solar dome dryer untuk pengeringan hasil pertanian, hingga inisiatif yang mengaitkan transisi hijau dengan kesehatan masyarakat dan kearifan lokal.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan ke tahap finalisasi dokumen kriteria, lampiran, dan redaksi call for proposal pada pertemuan berikutnya. Dengan langkah ini, Lokadana semakin dekat untuk menggulirkan hibah mikro perdananya sebagai praktik nyata participatory grantmaking di Indonesia. (Admin)